Paradigma Baru Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Digital

 


Pendidikan nasional bertujuan mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan juga berfungsi mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. 

”Berangkat dari semangat tujuan dan fungsi pendidikan nasional itulah, kurikulum pendidikan untuk seluruh jenjang satuan pendidikan harus dikembangkan dan dievaluasi guna perbaikan secara terus menerus,” kata Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek, Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., ketika menjadi pembicara dalam webinar bertajuk “Menyongsong Paradigma Baru Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Digital” Kamis, 27 Mei 2021.

Sri Wahyuningsih menjelaskan, arah perubahan kurikulum yang perlu dilakukan diantaranya adalah revisi standar capaian yang perlu diterbitkan dalam pembelajaran yang lebih sederhana. Penyederhanaan standar capaian pembelajaran ini merupakan rekomendasi dari riset tahun 2015. Berdasarkan penelitian tentang kurikulum di beberapa negara termasuk di Indonesia, hasil belajar yang rendah di negara berkembang adalah karena desain kurikulum yang belum sesuai dengan perkembangan kemampuan anak.

Kajian yang dilakukan oleh periset juga menunjukkan bahwa di beberapa negara berkembang seperti Indonesia, materi pembelajaran yang begitu padat membuat guru tidak memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan konsep dan memperhitungkan kemampuan kompetensi siswa dalam memahami pembelajaran. 

Hasil penelitian itu juga menyampaikan hal tersebut dilakukan bukan karena guru tidak menghiraukan kemampuan anak dalam belajar, tetapi karena para guru dituntut untuk menuntaskan materi ajar sebagaimana diatur dalam kebijakan kurikulum negara.

”Hasil penyederhanaan kurikulum seperti yang Bapak Ibu sudah lihat dan rasakan selama masa pandemi Covid-19 adalah kurikulum yang telah direlaksasi. Kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan zaman di era digital. Kurikulum yang disederhanakan ini diharapkan dapat membentuk generasi emas Indonesia di tahun 2045,” ujar Direktur Sekolah Dasar.

Sri Wahyuningsih menambahkan, literasi teknologi dan literasi digital ini sangat penting dimasukkan dalam kurikulum pembelajaran untuk era saat ini. Sekaligus juga untuk mempersiapkan SDM unggul di masa mendatang.

“Oleh karena itu kurikulum harus diadaptasi. Pola belajar dan pola mengajar di satuan pendidikan juga harus diadaptasi. Perilaku guru yang sebelumnya sebagai center harus berpindah kepada putra-putri didik kita yang merupakan sentra kegiatan belajar mengajar di satuan pendidikan,” katanya.

Dr. Yogi Anggraena, M.Si., Koordinator Pengembangan Kurikulum, Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek menambahkan, dalam kurikulum pembelajaran terutama untuk pendidikan dasar, kemampuan memecahkan masalah kognitif dan sosial akan menjadi sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kehidupan dan keterampilan yang sangat dibutuhkan di masa depan.

”Kita melihat bahwa persentase kemampuan yang dibutuhkan para peserta didik di masa depan dalam pemecahan masalah sangatlah tinggi yaitu di angka 36%, disusul oleh kemampuan sosial dan proses. Ketiga kemampuan itu akan mendominasi kemampuan-kemampuan pekerjaan di masa mendatang,” kata Yogi Anggarena.

Oleh karena itu, supaya nanti siswa-siswi Indonesia siap berkecimpung di dunia kerja dan mampu bersaing pada eranya, maka di dalam kurikulum pembelajaran harus dicantumkan terkait kemampuan yang dibutuhkan di masa depan.

Rizki Ameliah, Koordinator Literasi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika menyampaikan, kementeriannya terus mendukung upaya transformasi digital dalam sektor Pendidikan. Ada dua data dukungungan yang diberikan. 

Pertama adalah indeks literasi digital yaitu bagaimana tingkat pemahaman literasi digital di Indonesia. “Sejauh ini pemahaman literasi digital kita cukup baik di atas rata-rata, baik di wilayah timur, tengah dan juga barat,” ujar Rizki. 

Kedua adalah Kominfo memiliki roadmap literasi digital nasional. Dua dukungan dari Kominfo yang disampaikan kepada Kemendikbudristek inilah yang membantu menyongsong transformasi digital di sektor pendidikan. 

Selain dua data dukungan yang disebutkan di atas, Kominfo juga memiliki empat pilar kurikulum agar masyarakat memahami bagaimana kegiatan literasi digital sebagaimana mestinya.

“Empat pilar itu adalah digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Inilah beberapa dukungan dari Kominfo untuk menyusun paradigma baru, khususnya menjalani transformasi digital di sektor pendidikan untuk peningkatan kompetensi SDM,” ujar Rizki. (Hendriyanto)

Sumber : http://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/paradigma-baru-pembelajaran-sekolah-dasar-di-era-digital

Paradigma Baru Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Digital Paradigma Baru Pembelajaran Sekolah Dasar di Era Digital Reviewed by Kelasku on Juni 02, 2021 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Games

Business
Diberdayakan oleh Blogger.